Tato adalah mencacah (menusuk) pada punggung telapak tangan atau bagian anggota badan yang lain dengan menggunakan jarum hingga keluar darahnya, sesudah itu dikasih pewarna tertentu sehingga membentuk suatu ukiran atau lukisan.
Bangsa Arab khususnya orang-orang perempuan, mentato sebagian besar anggota badannya. Bahkan ada sebagian pengikut agama tertentu yang mentato tubuhnya dengan lambing agama mereka. Perbuatan yang demikian itu adalah mendatangkan laknat, terhadap orang yang mentato diri sendiri atau yang minta di tato.
Rasulullah saw. Telah bersabda:
“ La’ana Rosulullahi sholallahu ‘alaihi wa sallamal waasyimata wal mustawsyimata wal waasyirota wal mustaysyirota”
Rasulullah saw, melaknat perempuan yang mentato dan yang minta ditato, dan yang mengikir gigi dan yang minta dikikir giginya. (H.R Tabrani)
Bahkan Imam Syafi’I mengatakan anggota badan yang di tato itu menjadi najis. Jika mungkin dapat dihilangkan, maka hilangkanlah tato-tato di tubuh anda. Kalau tidak dapat kecuali dengan cara dilukai/disakiti, itupun masih wajib dihilangkan dengan segera apabila tidak menimbulkan kesulitan, bahaya ataupun kebinasaan. Tapi kalau dikhawatirkan dapat menimbulkan kerusakan dan hilangnaya salah satu anggota badan, maka tidak wajib mandi untuk menghilangkannya.
yuni D'm
Senin, 10 Januari 2011
Hukum Memakai Cat Kuku
Cat kuku bagi seorang wanita adalah merupakan perhiasan atau sebagai sarana kecantikan. Tapi dalam hal ini perlu diperhatikan, apapun nama alat kecantikan akan tetapi dapat menghasilkan sahnya wudhu, maka hal itu dilarang agama.
Cat kuku yang pewarnanya tidak lengket seperti dibuat dari daun inai/daun pacar, maka tidaklah membatalkan wudhu dan mandi, sekalipun warnanya masih tetap membekas. Karena cat kuku yang dibuat dari daun pacar tersebut tidak mempunya bobot dan lagi pula apabila dibuat mandi/berwudhu/mandi air bias meresap dan mengenai kulit. Akan tetapi cat kuku yang zat pewarnanya mempunyai bobot seperti cairan kimia yang banyak dijual di toko-toko dengan berbagai merk, yang apabila dipakai sebelum wudhu/mandi maka membatalkan wudhu (artinya wudhunya tidak sah) karena airnya terhalang tidak bias meresap kedalam kulit. Dan apabila cat kuku tersebut dipakai sesudah wudhu, maka wudhunya/ shalatnya sah.
Fuqoha’ telah menyepakati bahwa cat kuku yang mempunyai bobot seperti yang disebutkan diatas, jika masih menempel pada kuku ketika wudhu atau mandi, maka wudhu/mandinya tidak sah.
Cat kuku yang pewarnanya tidak lengket seperti dibuat dari daun inai/daun pacar, maka tidaklah membatalkan wudhu dan mandi, sekalipun warnanya masih tetap membekas. Karena cat kuku yang dibuat dari daun pacar tersebut tidak mempunya bobot dan lagi pula apabila dibuat mandi/berwudhu/mandi air bias meresap dan mengenai kulit. Akan tetapi cat kuku yang zat pewarnanya mempunyai bobot seperti cairan kimia yang banyak dijual di toko-toko dengan berbagai merk, yang apabila dipakai sebelum wudhu/mandi maka membatalkan wudhu (artinya wudhunya tidak sah) karena airnya terhalang tidak bias meresap kedalam kulit. Dan apabila cat kuku tersebut dipakai sesudah wudhu, maka wudhunya/ shalatnya sah.
Fuqoha’ telah menyepakati bahwa cat kuku yang mempunyai bobot seperti yang disebutkan diatas, jika masih menempel pada kuku ketika wudhu atau mandi, maka wudhu/mandinya tidak sah.
Rabu, 08 Desember 2010
PENGEMBANGAN AKADEMIK DOMAIN
PENGEMBANGAN AKADEMIK DOMAIN
Membaca merupakan pengembangan keterampilan melek huruf anak-anak dalam membaca dan menulis, dalam membangun pengetahuan mereka terhadap bahasa. Untuk belajar membaca dan menulis, anak-anak harus mempelajari hubungan antara bagaimana kata-kata yang sehat dan diproduksi dalam bahasa, dan bagaimana mereka melihat lalu menulis di atas kertas. Anak-anak juga harus menguasai nuansa dari sistem simbol tertulis yang tidak memiliki rekan-rekan dalam bahasa lisan, seperti tanda baca dan penggunaan huruf yang sesuai atas dan huruf kecil.
Keaksaraan Muncul adalah pengetahuan dan keterampilan yang meletakkan dasar untuk membaca dan menulis, biasanya berkembang di tahun-tahun prasekolah dari pengalaman pertama dengan menulis bahasa. Penilaian keaksaraan pada anak usia dini :
1. Sikap terhadap buku.
Implikasi: mencurahkan waktu luang untuk membaca buku cerita, memilih buku dengan gambar-gambar berwarna-warni dan alur cerita imajinatif dan kadang-kadang berhenti untuk mendiskusikan dan menginterpretasikan karakter dan peristiwa dalam cerita. Buat perjalanan rutin ke perpustakaan.
2. Perilaku dengan buku.
Implikasi: jika anak-anak hanya memiliki pengalaman terbatas dengan buku-buku, kadang-kadang membaca buku satu lalu yang lainnya kembali . Biarkan mereka memegang buku dan membalik halaman. Minta mereka untuk membuat prediksi tentang apa yang mungkin terjadi selanjutnya dalam cerita.
3. Huruf dan kata-kata pengakuan.
Implikasi: label, kotak penyimpanan, dan item lainnya yang dimiliki masing-masing anak. Tulis nama anak dalam huruf besar di atas kertas dan mendorong mereka untuk melacak atau menyalin huruf. Ketika anak-anak sudah siap, minta mereka untuk menaruh nama pertama mereka pada karya seni mereka.
4. Menulis lingkungan.
Implikasi: memberi anak-anak banyak kesempatan untuk bereksperimen dengan menerapkan menulis (kertas, krayon, spidol, pensil, dll) baik dalam tugas-tugas terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur. Menunjukan kata ketika anak menunjukan sesuatu ketertarikan.
5. Penyuluhan tentang sifat dan tujuan dari bahasa tertulis.
Implikasi: mendorong kegiatan bermain yang melibatkan berpura-pura menulis (misalnya menulis dan menyampaikan "surat" untuk teman atau teman sekelas). Biarkan anak melihat Anda terlibat dalam berbagai kegiatan membaca dan menulis.
Membaca merupakan pengembangan keterampilan melek huruf anak-anak dalam membaca dan menulis, dalam membangun pengetahuan mereka terhadap bahasa. Untuk belajar membaca dan menulis, anak-anak harus mempelajari hubungan antara bagaimana kata-kata yang sehat dan diproduksi dalam bahasa, dan bagaimana mereka melihat lalu menulis di atas kertas. Anak-anak juga harus menguasai nuansa dari sistem simbol tertulis yang tidak memiliki rekan-rekan dalam bahasa lisan, seperti tanda baca dan penggunaan huruf yang sesuai atas dan huruf kecil.
Keaksaraan Muncul adalah pengetahuan dan keterampilan yang meletakkan dasar untuk membaca dan menulis, biasanya berkembang di tahun-tahun prasekolah dari pengalaman pertama dengan menulis bahasa. Penilaian keaksaraan pada anak usia dini :
1. Sikap terhadap buku.
Implikasi: mencurahkan waktu luang untuk membaca buku cerita, memilih buku dengan gambar-gambar berwarna-warni dan alur cerita imajinatif dan kadang-kadang berhenti untuk mendiskusikan dan menginterpretasikan karakter dan peristiwa dalam cerita. Buat perjalanan rutin ke perpustakaan.
2. Perilaku dengan buku.
Implikasi: jika anak-anak hanya memiliki pengalaman terbatas dengan buku-buku, kadang-kadang membaca buku satu lalu yang lainnya kembali . Biarkan mereka memegang buku dan membalik halaman. Minta mereka untuk membuat prediksi tentang apa yang mungkin terjadi selanjutnya dalam cerita.
3. Huruf dan kata-kata pengakuan.
Implikasi: label, kotak penyimpanan, dan item lainnya yang dimiliki masing-masing anak. Tulis nama anak dalam huruf besar di atas kertas dan mendorong mereka untuk melacak atau menyalin huruf. Ketika anak-anak sudah siap, minta mereka untuk menaruh nama pertama mereka pada karya seni mereka.
4. Menulis lingkungan.
Implikasi: memberi anak-anak banyak kesempatan untuk bereksperimen dengan menerapkan menulis (kertas, krayon, spidol, pensil, dll) baik dalam tugas-tugas terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur. Menunjukan kata ketika anak menunjukan sesuatu ketertarikan.
5. Penyuluhan tentang sifat dan tujuan dari bahasa tertulis.
Implikasi: mendorong kegiatan bermain yang melibatkan berpura-pura menulis (misalnya menulis dan menyampaikan "surat" untuk teman atau teman sekelas). Biarkan anak melihat Anda terlibat dalam berbagai kegiatan membaca dan menulis.
Langganan:
Postingan (Atom)